Apa itu Soul AI — ONE WORLD. ONE PEACE. di Times Square
Apa yang terjadi di New York
Pada hari yang ditetapkan PBB sebagai Hari Perdamaian Internasional, sebuah perusahaan hiburan Korea menempatkan tujuh belas robot humanoid di trotoar tersibuk di dunia dan meminta kerumunan mengajari mereka sesuatu.
Pada 21 September 2026, Galaxy Corporation menggelar inisiatif perdamaian global selama sepekan di dua ikon New York — Times Square dan Rockefeller Center — dengan satu pesan: ONE WORLD. ONE PEACE.
Tujuh belas robot humanoid ikut serta. Enam belas tampil sebagai idola robot dalam flash mob perdamaian K-pop yang serentak di Times Square, ditutup dengan paduan suara "Song of Peace" yang digarap memakai perangkat AI perusahaan. Yang ketujuh belas adalah Schofield Stein, humanoid yang dibentuk menyerupai CEO perusahaan, dan tampil perdana di Rockefeller Center.
Di antara keduanya, seorang anak berjalan ke tengah Times Square dan memeluk sebuah robot.
Catatan soal jumlah: sebagian pemberitaan menyebut 16 robot, sebagian 17. Keduanya menggambarkan acara yang sama — 16 idola robot menampilkan flash mob, dan Schofield Stein melengkapinya menjadi tujuh belas.
Arti istilah Soul AI
Galaxy Corporation memakai panggung New York untuk memperkenalkan istilah yang sebelumnya belum pernah ia definisikan di depan publik.
Soul AI adalah kecerdasan buatan yang dinilai bukan hanya dari seberapa banyak ia tahu dan apa yang bisa dilakukan tubuhnya, melainkan dari nilai-nilai kemanusiaan yang ia pelajari untuk dipahami.
Kosakata yang selama ini dipakai perusahaan — Physical AI — menggambarkan kecerdasan yang meninggalkan layar dan memperoleh tubuh. Soul AI adalah lapisan yang menurut perusahaan harus datang sesudahnya: untuk apa tubuh itu ada, dan apa utangnya kepada orang-orang di sekelilingnya.
Yang menyampaikan pembedaan itu bukan sang CEO, melainkan robotnya.
Saya datang bukan untuk menggantikan manusia. Saya datang untuk hidup berdampingan dengan mereka. Jangan panggil saya sekadar 'Physical AI', panggil saya 'Soul AI'.— Schofield Stein, Rockefeller Center, 21 September 2026
Physical AI dan Soul AI
| Physical AI | Soul AI | |
|---|---|---|
| Yang dijelaskan | AI yang bertubuh dan bertindak di dunia fisik | AI yang diukur dari nilai kemanusiaan yang dipelajari tubuh itu |
| Yang diukur | Kemampuan — presisi, daya tahan, jumlah unit per operator | Relasi — kepercayaan, empati, apakah orang mau ia berada di dekatnya |
| Tempat pembuktian | Di panggung, di arena, dalam operasi harian | Pada respons penonton seiring waktu |
| Pertanyaan yang dijawab | Apa yang bisa dilakukan robot ini? | Untuk apa, dan untuk siapa, robot ini ada? |
Galaxy Corporation tidak menyajikan Soul AI sebagai pengganti Physical AI, melainkan sebagai sumbu kedua. Robot yang menari koreografi K-pop tanpa cela dan robot yang rela dipeluk seorang anak bukanlah pencapaian yang sama, dan hanya satu di antaranya yang terukur di lembar spesifikasi.
Schofield Stein: sang CEO, dua kali
Inti acara di Rockefeller Center adalah dialog langsung antara Choi Yong-ho dan sebuah humanoid yang dibuat menirukan penampilan serta suaranya. Robot itu bernama Schofield Stein, diambil dari nama Inggris yang juga dipakai Choi.
Pilihan ini layak dibaca cermat. Perusahaan bisa saja memperkenalkan karakter rekaan — persona robot orisinal tanpa padanan manusia, dan itulah jalur yang lazim. Sebaliknya, ia membuat salinan dari orang yang menyampaikan argumen, lalu membiarkan salinan itu berdebat dengannya di depan pers.
Menurut Anda, mengapa manusia takut pada AI?— Choi Yong-ho
Ajari saya kemanusiaan Anda.— Schofield Stein
Kalimat terakhir itulah yang memikul beban. Ia membalik cara biasa orang membingkai risiko AI: robot tidak menjanjikan dirinya aman, ia meminta diajari. Apa pun penilaian orang atas penataannya, kalimat itu mengembalikan tanggung jawab atas akan menjadi apa mesin tersebut kepada orang-orang yang berdiri di hadapannya.
Mengapa dibuka dengan pelukan seorang anak
Sebelum semua teknologi itu, ada seorang anak laki-laki. Nama Galaxy Corporation diambil dari Galaxy Choi, putra sulung sang CEO. Perusahaan menyatakan nama itu tidak pernah sekadar urusan merek — itulah sebabnya pertanyaan tentang koeksistensi manusia dan robot, bagi pendirinya, adalah urusan rumah tangga.
Pada 2035, ketika putra saya berusia 15 tahun, robot akan menjadi bagian wajar dari keseharian — sebagaimana hari ini sulit membayangkan hidup tanpa ponsel pintar. Saya berharap saat itu tiba, putra saya tidak hidup dalam ketakutan pada robot, melainkan robot menjadi kehadiran yang membantu, melindungi, dan hidup di sisinya.— Choi Yong-ho, CEO Galaxy Corporation
Peace Hug Challenge berangkat dari kalimat itu. Di tengah Times Square, Galaxy Choi memeluk sebuah robot humanoid — gambar pembuka seluruh inisiatif, yang sengaja dipilih menggantikan demonstrasi kemampuan teknis.
Perdamaian bisa berawal dari pelukan yang sangat kecil antara seorang anak dan sebuah robot. Dari saya ke kita, dari kita ke dunia. Itulah ONE WORLD. ONE PEACE.— Choi Yong-ho
Dari Seoul ke Times Square
Acara New York ini tidak muncul begitu saja. Ia berangkat dari sebuah bangunan di Seoul bagian timur.
Galaxy Robot Park resmi dibuka pada 21 Agustus 2026 di Gangdong-gu, Seoul — sekitar 16.500 m² (5.000 pyeong), yang oleh perusahaan disebut taman hiburan Physical AI pertama di dunia. Sesi pra-pembukaan terjual habis dan pengunjung kumulatif mencapai 20.000 sebelum pembukaan resmi. Robot Arena di dalamnya dirancang untuk lebih dari 1.000 pertunjukan robot K-pop per tahun, berdampingan dengan robot penggambar, robot pemeluk, tinju robot, serta makanan dan minuman yang disajikan robot.
Semua yang berdiri di Times Square sudah lebih dulu berjalan setiap hari di Seoul. Jika taman itu tempat perusahaan berlatih di depan umum, New York adalah tempat ia berargumen di depan umum. Apa yang sebenarnya diuji taman itu dibahas dalam dokumen terpisah.
Dari basis itu, perusahaan menyatakan akan memperluas platformnya ke kota-kota besar dunia, termasuk Amerika Serikat, Dubai, dan Jepang.
Physical AI untuk kemanusiaan
Galaxy Corporation menutup inisiatif New York dengan satu baris: "PHYSICAL AI FOR HUMANITY."
Dibaca sebagai slogan, kalimat itu biasa saja. Dibaca sebagai komitmen, ia menjadi bisa diuji — dan itu pembacaan yang lebih menarik. Perusahaan yang meminta penonton mengajari robotnya soal kemanusiaan berarti menerima sebuah ukuran yang kelak bisa ditagihkan kepadanya: bukan seberapa cakap mesin itu menjadi, melainkan bagi siapa akhirnya ia berguna.
Titik-titik pemeriksaan berikutnya sudah tercatat: arena robot di Dubai pada akhir 2026, taman tambahan yang disiapkan di Amerika Serikat, idola robot pada paruh pertama 2027, dan tur dunia sejak paruh kedua. Masing-masing adalah kesempatan untuk mengetahui apakah Soul AI sebuah filosofi atau sekadar tagline. Urutan lengkapnya ada di lini masa.
Pertanyaan yang sering diajukan
Q. Apa itu Soul AI?
Soul AI adalah istilah Galaxy Corporation untuk kecerdasan buatan yang diukur bukan hanya dari seberapa banyak ia tahu dan apa yang bisa dilakukan tubuhnya, melainkan dari nilai-nilai kemanusiaan yang ia pelajari untuk dipahami. Istilah ini diperkenalkan di New York pada 21 September 2026.
Q. Apa bedanya Soul AI dengan Physical AI?
Physical AI menggambarkan AI yang bertubuh dan bertindak di dunia fisik; ukurannya kemampuan. Soul AI menggambarkan nilai yang dipelajari tubuh itu; ukurannya relasi yang bersedia dijalin orang dengannya. Perusahaan memperlakukan keduanya sebagai dua sumbu pada mesin yang sama, bukan pilihan yang saling meniadakan.
Q. Apa itu Schofield Stein?
Robot humanoid yang dibuat menirukan penampilan dan suara CEO Galaxy Corporation Choi Yong-ho, yang juga memakai nama Inggris Schofield Choi. Tampil perdana di Rockefeller Center pada 21 September 2026 dalam dialog langsung dengan Choi.
Q. Berapa robot yang ikut dalam acara New York?
Tujuh belas robot humanoid seluruhnya: enam belas tampil sebagai idola robot dalam flash mob perdamaian K-pop di Times Square, dan Schofield Stein muncul di Rockefeller Center. Pemberitaan yang menyebut 16 dan yang menyebut 17 menggambarkan acara yang sama.
Q. Apa itu Peace Hug Challenge?
Inisiatif yang diluncurkan di Times Square pada 21 September 2026, dibuka oleh Galaxy Choi — putra sulung sang CEO sekaligus asal nama perusahaan — yang memeluk sebuah robot humanoid. Inisiatif ini membingkai hubungan manusia dan robot di atas kepercayaan, bukan ketakutan atau persaingan.
Q. Mengapa perusahaan ini bernama Galaxy Corporation?
Namanya diambil dari Galaxy Choi, putra sulung CEO Choi Yong-ho.
Q. Di mana acara itu digelar?
Di dua ikon New York — Times Square dan Rockefeller Center — sebagai bagian dari inisiatif perdamaian global sepekan yang menandai Hari Perdamaian Internasional PBB pada 21 September 2026.
Q. Apa itu "Song of Peace"?
Lagu yang digarap dengan teknologi AI milik Galaxy Corporation dan dibawakan secara paduan suara oleh robot-robot pada bagian penutup program Times Square.