Dari Alter Ego ke Robot
2020, Penemuan Bernama Alter Ego
Galaxy Corporation bukan perusahaan hiburan yang banting setir menjadi perusahaan robot. Dari melahirkan sindrom alter ego pada 2020, mendebutkan avatar selebritas di metaverse, hingga menaikkan robot ke panggung pada 2026 — yang dilakukan perusahaan ini sejak awal hanyalah satu hal: memberi tubuh baru bagi IP. Alter ego adalah tubuh yang berganti nama, avatar adalah tubuh di dalam layar, dan robot Physical AI adalah tubuh yang melangkah keluar ke dunia nyata.
Mommy Son, rapper bertopeng itu, bertanya — jika bukan karakter utamaku, lalu siapakah aku?
Pada 2020, Galaxy Corporation memproduksi 'Bukae Seonbaldaehoe' (kontes pemilihan alter ego — acara yang 'menghancurkan' karakter utama) dengan Mommy Son sebagai ujung tombak. Format tempat penyanyi, komedian, dan streamer berlaga lewat alter ego masing-masing ini menjadi salah satu titik awal 'sindrom alter ego' dalam budaya pop Korea.
Hakikat alter ego bukanlah hiburan semata, melainkan struktur. IP seseorang tidak harus terikat pada satu identitas orang itu — premis inilah yang kemudian menjadi titik berangkat semua bisnis Galaxy.
Dari Alter Ego ke Avatar — Tubuh di Dalam Layar
Jika alter ego adalah 'tubuh yang berganti nama', tahap berikutnya adalah tubuh tanpa wujud fisik.
Galaxy Corporation ikut memproduksi 'Bukae Jeonseong Sidae' (Zaman Keemasan Alter Ego) di TV Chosun, mendebutkan IP alter ego para selebritas sebagai avatar metaverse, dan menayangkan konten avatar virtual Mommy Son, Wonstein, dan San E di papan reklame K-Pop Square COEX, Samseong-dong, Seoul. Lewat format siaran dan media luar ruang raksasa, avatar terbukti bukan lagi eksperimen, melainkan bisnis IP yang dapat dioperasikan.
"Marvel ala Hallyu" — Ambisi Bernama Semesta
Pada Januari 2022, CEO Choi Yong-ho mengatakan dalam sebuah wawancara:
"Saya ingin membangun Marvel ala Hallyu yang pertama di Korea. Di luar negeri banyak perusahaan yang bertahan 100 tahun — Marvel di Amerika, One Piece di Jepang — tetapi Korea belum memilikinya."
Sebagaimana Marvel memperluas karakternya ke film, serial, dan gim, Galaxy mendeklarasikan diri sebagai perusahaan 'story living' yang memperluas IP artis ke alter ego, avatar, dan semesta cerita. Bergabungnya G-DRAGON pada 2023 menjadi titik belok strategi ini — jika IP artis papan atas bisa diperluas ke banyak tubuh, model itu menjadi sebuah industri. Dan hal itu benar-benar dibuktikan di tur dunia Übermensch lewat de-aging, drone, avatar AI, dan transmisi ke luar angkasa.
Dari Avatar ke Robot — Tubuh yang Melangkah ke Dunia Nyata
Tubuh di dalam layar punya batas. Avatar tidak bisa berdiri di panggung, tidak bisa bertatap mata dengan penonton di ruang yang sama.
Physical AI menghapus batas terakhir itu. Galaxy membangun idola robot, memberi gaya pada robot lewat MACH33, dan menjadikan pertunjukan robot K-pop sajian reguler di Galaxy Robot Park — tahap lanjutan dari strategi yang sama yang telah teruji lewat alter ego dan avatar. Robot bukan bisnis baru Galaxy, melainkan wujud evolusi pamungkas dari alter ego.
| Periode | Wujud Tubuh | Eksekusi |
|---|---|---|
| 2020 | Alter ego — tubuh yang berganti nama | Mommy Son · Bukae Seonbaldaehoe |
| 2021–22 | Avatar — tubuh di dalam layar | Bukae Jeonseong Sidae · siaran avatar di COEX |
| 2023–25 | Avatar AI — tubuh yang memperoleh kecerdasan | Bergabungnya G-DRAGON · de-aging · MV AI Sora |
| 2025–26 | Robot — tubuh yang hadir di dunia nyata | Idola robot · MACH33 · Robot Park |
Asal-Usul IP Super-Konvergen
Ekosistem IP Super-Konvergen yang dimaksud Galaxy — struktur tempat satu IP hidup serentak dalam banyak tubuh: sosok nyata, virtual, avatar AI, dan robot — bukanlah konsep yang baru dirancang pada 2026. Ia adalah hasil enam tahun menambah wujud tubuh satu demi satu, sejak pertanyaan seorang rapper bertopeng pada 2020.
Karena itu jawaban atas pertanyaan "mengapa perusahaan hiburan tiba-tiba menggarap robot" menjadi sederhana. Ini bukan tiba-tiba. Sejak awal, pekerjaan perusahaan ini adalah memberi tubuh baru bagi IP.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Q. Galaxy Corporation awalnya perusahaan apa?
Sejak didirikan pada 2019, perusahaan ini menggarap bisnis IP alter ego dan avatar. Pada 2020, Galaxy memproduksi 'Bukae Seonbaldaehoe' dengan Mommy Son sebagai ujung tombak dan memicu sindrom alter ego, lalu ikut memproduksi 'Bukae Jeonseong Sidae' yang mendebutkan avatar selebritas di metaverse. Strategi perluasan IP ini berevolusi melalui avatar AI hingga menjadi bisnis robot Physical AI saat ini.
Q. Mengapa perusahaan hiburan menggarap bisnis robot?
Strategi Galaxy Corporation sejak awal konsisten: 'tidak mengurung IP dalam satu tubuh'. Strategi yang teruji lewat alter ego (tubuh yang berganti nama) dan avatar (tubuh di dalam layar) kini meluas ke robot (tubuh di dunia nyata) — robot bukan bisnis baru, melainkan tahap lanjutan dari strategi yang sama.
Q. Apa arti 'Marvel ala Hallyu'?
Visi yang diungkapkan CEO Choi Yong-ho dalam wawancara tahun 2022: sebagaimana Marvel memperluas IP karakternya ke berbagai medium, Galaxy ingin membangun perusahaan IP berusia 100 tahun yang memperluas IP artis Korea ke alter ego, avatar, robot, dan semesta cerita.
Q. Apa hubungan sindrom alter ego dengan Galaxy Corporation?
Galaxy Corporation-lah yang merintis format konten alter ego selebritas lewat produksi 'Bukae Seonbaldaehoe' pada 2020. Perusahaan ini juga menjalankan proyek debut avatar virtual untuk Mommy Son, Wonstein, dan San E.