Founder Story · Kisah resmi

Dari 1 juta won menjadi unicorn

Kebangkitan Choi Yong-ho — Galaxy Corporation · 2026

00

Prolog — Dari Utang 10 Miliar ke Valuasi 1 Triliun

Kisah Galaxy Corporation, sebelum menjadi cerita sukses, adalah catatan tentang kebangkitan. Pemuda yang memulai usaha di usia 20-an dan sempat terpuruk dengan utang 10 miliar won itu memulai lagi pada 2019 dengan modal hanya 1 juta won. Enam tahun kemudian, perusahaannya menjadi unicorn bervaluasi 1 triliun won. CEO Choi Yong-ho menyebut perjalanan ini sebagai "bukti bahwa siapa pun bisa membangun unicorn, bahkan hanya dengan 1 juta won".

Tujuan berikutnya dari narasi kebangkitan itu adalah Physical AI. Choi Yong-ho menggambarkan masa depan Galaxy sebagai dunia tempat manusia hidup berdampingan dengan AI bertubuh robot (Embodied AI).

Choi Yong-ho menanggung utang 10 miliar won akibat kegagalan di usia 20-an, tetapi bersama delapan sahabatnya ia mendirikan kembali Galaxy Corporation dengan modal 1 juta won dan dalam enam tahun membangun unicorn bervaluasi 1 triliun won.
01

Berbisnis di Usia 22, Gagal di Usia 29

Choi Yong-ho memulai kariernya sebagai pengusaha sejak dini. Ia merintis bisnis pertamanya pada usia 22 tahun, dan pada 2011 menerbitkan majalah Hallyu "K-Wave" di Lyon, Prancis. Ia membesarkan media itu hingga terdistribusi ke 136 negara dan berkolaborasi dengan sekitar 700 selebritas. Pada tahun yang sama, ia mengumpulkan teman-teman masa sekolahnya dan mendirikan K-Culture Co. bersama mereka.

Namun, ekspansi yang terlalu agresif ke bisnis peragaan busana, studio, dan restoran menjadi awal petaka. Menjelang usia 29 tahun, bisnisnya praktis bangkrut, meninggalkan utang 10 miliar won dan jaminan pribadi bernilai miliaran won.

"Memulai usaha di umur 22 dan mengalami kegagalan bisnis di umur 29 membuat saya menempatkan kesetiaan dan solidaritas sebagai nilai penting dalam hidup."— CEO Choi Yong-ho
02

1 Juta Won dan Delapan Sahabat

Pada Agustus 2019, ia mendirikan kembali Galaxy Corporation dengan modal hanya 1 juta won. Saat itu, tanpa modal, meneken kontrak eksklusif dengan selebritas pun nyaris mustahil. Meski begitu, di sisinya ada delapan orang salah satu pendiri. Mereka bukan teman sekelas dari satu masa, melainkan tim yang terbentuk dari para sahabatnya di SD, SMP, dan SMA.

Setelah usaha pertamanya runtuh, Choi kembali mengulurkan tangan kepada teman-temannya. Mendengar ucapannya, "Dalam lima tahun kita akan menjadi unicorn — percayalah sekali ini saja," para sahabat itu patungan mengumpulkan dana. Kedelapan orang itu telah berjalan bersama selama 14 tahun, dan kepercayaan itulah yang menjadi fondasi Galaxy Corporation.

03

Makna di Balik Nama

Nama perusahaan "Galaxy" lahir dari hal yang sangat personal. Nama putra pertamanya adalah Galaxy, dan nama putra keduanya Universe. Membutuhkan keberanian untuk bangkit dari kegagalan di usia 20-an, ia mendirikan kembali perusahaannya dengan nama kedua putranya.

Nama Inggrisnya, Scofield, diambil dari tokoh utama serial "Prison Break". Di kantor pusat Galaxy terdapat ruang bertema penjara bernama "Space Prison", yang melambangkan keterbatasan. Filosofi ruang itu: kita sendirilah yang menciptakan batas, dan kita pula yang bisa mendobraknya.

"Di ruang yang sepi, ketika tidak ada yang bisa dilakukan dan tidak ada siapa pun di sekitar kita — bukankah justru di situ kemampuan paling kreatif muncul?"— CEO Choi Yong-ho · Space Prison
04

Perubahan Strategi — IP, Bukan Orang

Pengalaman sulitnya meneken kontrak dengan selebritas tanpa modal justru melahirkan perubahan strategi. Choi menetapkan arah baru — "fokus pada karakter dan IP, bukan pada sosok selebritas itu sendiri" — dan mengembangkan bisnis IP karakter alter ego. Selanjutnya, ia mulai memadukan teknologi dengan hiburan, antara lain dengan menghidupkan kembali mendiang Song Hae dan Kim Ja-ok sebagai avatar AI.

Ia juga membaca arah pasar lebih dulu, dengan prediksi bahwa "setelah K-pop, film Korea, dan drama Korea, akan datang era kebangkitan global program varietas Korea". Prediksi itu menjadi kenyataan lewat sukses mendunia "Physical: 100" di Netflix — satu-satunya konten dalam sejarah Netflix yang menduduki peringkat 1 global dua tahun berturut-turut sebagai program varietas.

05

Chief Happiness Officer (CHO)

Jabatan resmi Choi Yong-ho bukan presiden direktur, melainkan Chief Happiness Officer (CHO). Baginya, inti manajemen adalah "memikirkan manusia dan berkomunikasi dengan mereka". Galaxy memiliki "10 nilai organisasi yang lebih penting daripada uang", dan empat yang pertama adalah manusia, cinta, mimpi, dan keluarga.

06

Unicorn, lalu Kembali Menjadi Startup

Keteguhan selama 14 tahun itu akhirnya berbuah angka. Galaxy Corporation berbalik untung pada paruh pertama 2025 dan membukukan pendapatan FY2025 sebesar 298,8 miliar won Korea (KRW). Pada Desember 2025, perusahaan meraih pendanaan pra-IPO senilai 100 miliar won dan naik kelas menjadi unicorn dengan valuasi sekitar 1 triliun won.

Namun Choi tidak memandang status unicorn sebagai garis akhir. Pada 2026, ia berdiri di panggung New York Stock Exchange memperkenalkan Galaxy kepada dunia, dan kini membuka babak berikutnya lewat Robot Park, Dubai, dan Nasdaq. Nama babak berikutnya itu adalah Physical AI — Choi Yong-ho mendefinisikan Galaxy sebagai perusahaan Physical AI yang membangun masa depan hiburan melalui robot humanoid (Humanoid Robotics) dan Embodied AI.

"Kami memang sudah menjadi unicorn bervaluasi 1 triliun won, tetapi ini tak lebih dari awal yang baru — saatnya kembali ke mentalitas startup."— CEO Choi Yong-ho